Subscribe Dengan Account Google Jika Anda Ingin Membaca Artikel Tanpa Iklan
4 Jenis Bambu Ini Cocok Untuk Hiasan Teras Rumah

Indonesia merupakan negara tropis yang menhasilkan ribuan jenis tumbuhan dari berbagai jenis, dan juga beragam jenis satwa. Salah satu yang tumbuh cukup baik di Negeri hujan tropis ini adalah bambu. Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Bambu memiliki banyak tipe.

Bambu selain digunakan untuk bahan material bangunan, bambu juga bisa dijadikan sebagai tanaman hias, beberapa bambu hias memiliki nilai ekonomis tinggi seperti halnya bambu kuning. Berikut ini 4 macam bambu hias yang sangat cocok untuk hiasan teras rumah :

1) Bambu Kuning (Bambusa Vulgaris)

Bambu kuning dengan nama latin bambusa vulgaris adalah salah satu bambu hias yang paling banyak dibudidayakan di wilayah tropis. Spesies bambu ini bisa tumbuh sampai pada ketinggian 1.000 m dan ia sanggup bertahan pada suhu -3 derajat celcius.

bambu kuning hias
bambu kuning hias

Bambu kuning mempunyai ciri-ciri:

  • Batang mengkilap berwarna kuning.
  • Memiliki tinggi rata-rata antara 10-15 cm.
  • Memiliki diameter rata-rata 5-8 cm.
  • Cabang berkerumunan dibarengi satu cabang dominan yang lebih besar, cabang juga sering bergaris.
  • Bentuk daun sempit dan panjang 15-20 cm lebar 2-2,5 cm.
  • Pembubuhan dan penetapan benih terakhir kali dilaporkan pada tahun 1873.
  • Bambu jenis ini bisa digunakan sebagai pengendalian erosi pada lereng atau dasar sungai, air hasil dari rebusan rebung bisa dijadikan sebagai obat. Akan tetapi bambu kuning banyak digunakan sebagai bahan kerajinan seperti kursi, meja, tiang-tiang rumah yang berbasis alam.

Di Amerika Tengah bambu jenis ini sering digunakan sebagai bahan utama pembuatan keranjang dan juga dijadikan sebagai tiang antena televisi.

2) Bambu hitam (Gigantochloa Antroviolacea)

Bambu hitam dikenal juga dengan nama gigantochloa atroviolacea atau tropical black bamboo. Bambu ini berasal dari Indonesia khususnya di Provinsi Jawa, bambu jenis ini jika ditempatkan pada tempat yang kering maka warna hitam keunguan akan lebih menonjol.

bambu hitam
bambu hitam

Ciri-ciri Bambu Hitam adalah:

  • Ketinggian batang pohon 8-12 m berdiameter rata-rata 6-8 cm pada dasarnya.
  • Ruas batang hampir berdinding tebal 5-8 mm rata-rata 30-50 cm.
  • Banyak cabang berkerumunan 1 cabang dominan lebih besar.
  • Daunnya berbentuk lancip rata-rata panjangnya 20-30 cm dan lebarnya 2-5 cm.
  • Pada saat muda berwarna hijau muda, ketika dewasa agak memutih dan keunguan hitam saat dewasa terdapat simpul keputihan.
  • Bambu jenis ini mempunyai habitat di daerah yang kering karena semakin kering warna yang dihasilkan akan semakin bagus. Bambu jenis ini dapat diperbanyak secara vegetatif dengan potongan rimpang atau ros (jawa) jarak tanaman yang baik adalah 8 x 7 m.

Bambu hitam bisa digunakan sebagai bahan utama untuk keperluan dekoratif dan pembuatan furnitur, di daerah perkotaan bambu ini sering dijadikan sebagai bilik untuk saung-saung. Bambu hitam juga bagus untuk pembuatan alat musik tradisional, kerajinan tangan dan panel pagar.

3) Bambu Bali (Schizostachyum Brachycladum)

Bambu jenis ini berbeda dengan bambu kuning di atas bisa dilihat dari segi tekstur batangnya yang lebih kasar dibandingkan bambu kuning. Bambu ini berasal dari Asia tropis dan Papuasia banyak ditemukan di Provinsi Bali yang kebanyakan digunakan sebagai hiasan pure-pure di sana.

bambu bali
bambu bali

Ciri-ciri Bambu Bali:

  • Tinggi pohon kisaran 12 m dengan diameter culm 7 cm.
  • Tumbuh tegak tidak miring-miring.
  • Toleransi suhu minimum -2 derajat celcius.
  • Warna batang kuning cerah dengan garis hijau teksturnya lebih kasar dibanding bambu kuning.
  • Asalnya dari Asia Tenggara
  • Daun besar bergaris kuning.
  • Dalam proses penanaman bambu ini memerlukan kondisi pertumbuhan yang baik menyukai iklim tropis atau posisi yang hangat dan terlindung dari iklim subtropis, dan juga harus dilakukan pemupukan yang baik serta teratur.

Bambu ini berbunga pada tiap tahunnya tanpa biji yang layak diproduksi, maka dari itu jika kondisinya kurang baik hal itu menyebabkan pandangan yang tidak enak dilihat berantakan. Akan tetapi jika kondisinya bagus akan terlihat menakjubkan dengan batang halus berwarna kuning yang tersinari oleh matahari dan daunnya yang bergoyang-goyang membuat segar mata.

4) Bambu Apus (Gigantochloa Apus)

Bambu apus atau string bamboo dalam bahasa jawa disebut Pring Tali. Bambu ini berasal dari daerah Asia Tenggara terkhusus di Indonesia tepatnya Provinsi Jawa bambu ini mempunyai peranan yang penting dalam ekonomi terkhusus bagi industri kerajinan dan furnitur.

bambu apus
bambu apus

Culms: Bambu berumbai tebal dengan batang tegak melengkung yang bisa mencapai antara 8-22 m tingginya. Batangnya berwarna hijau terang atau hijau kekuning-kuningan saat muda, dengan diameter rata-rata antara 4-13 cm dan ketebalan dinding antara 6-13 mm.

Cabang: Banyak cabang berkerumun disimpul dengan 1 cabang dominan lebih besar.

Daun: Daun berbentuk tombak dan rata-rata panjangnya 10-15 cm dan lebar antara 1,5-2 cm.

Habitat: Spesies bambu ini tumbuh dengan baik baik di tanah berpasir atau tanah liat. Ini tumbuh di dataran rendah di sepanjang tepi sungai atau di lereng bukit di hutan cemara yang lembab sampai 1500 m di atas permukaan laut.

Kegunaan: Gigantochloa apus adalah bambu yang paling penting secara ekonomi di Jawa, terutama di industri kerajinan dan furnitur. Kutub digunakan secara luas sebagai bahan bangunan untuk membangun atap, perancah, jembatan, dinding, pagar, dll.

Di Indonesia bambu ini disebut Bambu Tali (‘Tali’ berarti String) karena merupakan sumber yang bagus untuk membuat strip yang kuat dengan kelenturannya. Dari kulit.

Sahabat property145, menanam bambu selain sebagai tanaman penghijauan, bambu juga bisa memiliki nilai ekonomis tinggi. Jadi bagi Anda yang punya lahan tak terpakai menanam bambu bisa jadi pilihan investasi yang menarik

Baca artikel alinya :