Subscribe Dengan Account Google Jika Anda Ingin Membaca Artikel Tanpa Iklan
4 Tips Investasi Reksadana Untuk Pemula

Jika sebelumnya kita telah membahas tentang jenis-jenis investasi reksadana, selanjutnya kita akan membahas bagaimana cara berinvestasi rekasadana yang tepat.

Dengan semakin mudahnya akses informasi dan semakin mudahnya masyarakat mendapatkan akses terhadap industri keuangan. Tentunya hal ini tidak sedikit diantara kita yang justru kawatir tentang kevalidan investasi yang akan kita ikuti.

Pemerintah melalui lembaga pengawas keuangan OJK, telah banyak melakukan edukasi agar para investor ritel pemula dapat memahami resiko-resiko investasi sebelum melakukan investasi. Nah bagi kamu yang tertarik dengan investasi di segmen pasar uang, salah satunya reksadana. Berikut ini tips investasi reksadana agar kamu merasa nyaman menaruh uangmu di reksadana :

1) Kenali Diri dan Risk Profile Pribadi

“Umpamakan risk profile adalah jantung. Kalau kita tidak kuat dengan risiko alias jantung gampang deg deg an hindari reksadana yang risikonya tinggi seperti saham. Risk profile disediakan setiap kali mau buka account, jadi isi dengan jujur”.

2) Disiplin

Pastikan berinvestasi pada reksadana secara berkala dengan disiplin. “jangan kadang beli kadang tidak beli, terutama buat yg memiliki risiko tinggi seperti reksadana saham dan untuk awam justru beli saja secara teratur misalnya tiap bulan”. Namun jika anda ingin terasa nyaman dalam berinvestasi sebaiknya anda pilih reksadana pendapatan tetap.

3) Tetapkan Tujuan Investasi

Ketika memutuskan berinvestasi reksa dana, sebaiknya sudah tahu dari awal untuk apa investasi tersebut. Di samping membuat lebih disiplin, kita juga bisa memperkirakan berapa besaran dana yang ideal untuk bisa sampai pada tujuan yang kita harapkan.

“Penting sekali memiliki reksadana yang sesuai dengan Investment horizon. Artinya bila kita berinvestasi reksadana untuk jangka 1 atau 2 tahun tanpa pengetahuan dunia finansial lalu membeli reksadana saham akan memiliki Resiko besar".

Idealnya reksadana saham untuk investasi diatas 5 tahun, Reksa Dana campuran 3-5 tahun, Pendapatan tetap 1-3 tahun, sementara pasar uang bisa kurang dari 1 tahun.

4) Jangan Takut Fluktuasi Pasar

Pada saat pasar berfluktuasi jangan berhenti berinvestasi, tapi justru harus lebih berani menambah investasi kita yang seharusnya sebulan x rupiah mungkin bisa jadi 2x rupiah.

“Dengan keyakinan Indonesia di keesokan hari masih ada dan kondisi akan berangsur membaik maka bila sesuai dengan poin sebelumnya, investasi kita akan lebih cepat pulih daripada pasar.

Shabat property145, sebelum memutuskan unthk berinvestasi di reksadana atau pasar modal, jangan lupa pahami terlebih dahulu profil resiko serta tujuan investasi Anda.

Baca artikel lainya :

sumber refrensi : bisnis.com