Subscribe Dengan Account Google Jika Anda Ingin Membaca Artikel Tanpa Iklan
Biaya-Biaya Tambahan Saat Tinggal di Apartemen

Tinggal di apartemen adalah dambaan generasi milenial masa kini. Berbagai fasilitas sudah disediakan oleh developer seperti kolam renang, area bermain, tempat fitnes, cafe dan masih banyak lagi yang lainya. Hal ini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi milenial.

Dibalik kenyamanan ternyata ada hal yang harus dibayar tiap bulanya secara rutin selama tinggal di apartemen. Biaya-biaya yang timbul ini harus diantisipasi terlebih dahulu agar tidak membuat beban hidupmu makin bertambah. Berikut ini beberapa biaya yang perlu kamu perhatikan saat memutuskan untuk membeli apartemen.

1) Biaya air

Hal yang paling wajib kamu bayar saat tinggal di apartemen ialah air. Untuk biaya air, apartemen biasanya akan mengikuti cara perhitungan air dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) di wilayah tersebut. Pada poin ini biasanya pasti lebih mahal jika dibandingkan tinggal di rumah tapak, karena memanfaatkan suplai air PDAM.

Di mana apartemen juga perlu pompa besar dengan daya listrik tinggi untuk memompanya ke setiap lantai dan mengalirkannya ke unit-unit apartemen. Biaya air akan dihitung per meter kubik yang terpakai. Biasanya beban biaya air dikenakan berkisar 100 hingga 200 ribu setiap bulannya.

2) Biaya listrik

Jangan kaget ketika kamu sudah tinggal apartemen, di mana biaya listrik merupakan salah satu pengeluaran yang cukup menguras kantong. Perhitungan tarif dasar listrik apartemen lebih tinggi dikarenakan termasuk bangunan komersial. Makanya secara umum biaya listrik apartemen lebih besar dibandingkan rumah tapak.

Jika misalnya kamu tinggal di rumah tapak hanya membayar tagihan listrik sebesar 500 ribu saja, namun di apartemen bisa menjadi 700 ribu setiap bulannya meski peralatan elektronik yang kamu nyalakan tetap sama. Penagihan biaya kepada pemilik tak hanya mencakup pemakaian listrik di setiap unit, tapi termasuk fasilitas umum yang menjadi tanggung jawab bersama.

Oleh karena itu, hematlah dalam penggunaan alat elektronik seperti setrika, komputer dan Air Conditioner (AC).

3) Biaya parkir

Jika kamu memiliki kendaraan pribadi seperti motor dan mobil, maka lahan parkir tentu menjadi beban yang wajib dikeluarkan.

Pada umumnya setiap apartemen memiliki ketentuan yang berbeda-beda terkait biaya parkir. Persoalan biaya parkir ini sebetulnya tergantung pada kebijakan pengelola apartemen tertentu.Untuk kendaraan roda dua biasanya tidak lebih dari dua puluh ribu sampai seratus ribu rupiah. Sementara untuk kendaraan roda empat berkisar dari seratus ribu sampai tiga ratus ribu rupiah yang ditagih secara bulanan.

Tapi ada pula apartemen yang menggratiskan biaya parkir, jatah satu parkir kendaraan gratis untuk setiap unit dan dikenakan biaya tambahan untuk kendaraan kedua. Tapi tarif tersebut tetap lebih murah ketimbang parkir yang dihitung per-jam.

4) IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan)

Meski harga belinya terbilang murah, biaya hidup di apartemen tidaklah semurah yang dibayangkan. Ada juga pengeluaran bulanan yang namanya biaya pemeliharaan gedung atau IPL (Iuran Pemeliharaan Lingkungan) untuk biaya operasional apartemen (listrik di lorong dan lift), membayar gaji petugas keamanan, kebersihan, pemeliharaan hingga perawatan.

Sebagian penghuni mungkin belum paham manfaat dan tujuan dari iuran tersebut. Namun biasanya besaran dihitung berdasarkan luas meter persegi unit yang kamu tempati dan sudah tercantum dalam PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli).

Jadi semakin luas unit apartemenmu, maka akan semakin mahal IPL yang dibayar dibandingkan dengan pemilik unit lebih kecil.

5) Sinking fund

Poin terakhir ini bisa dibilang jauh lebih berbeda dari pengeluaran sebelumnya. Di mana kamu juga akan dikenakan biaya sinking fund di setiap bulannya. Kamu wajib membayar sinking fund untuk pemeliharaan fasilitas yang terjadi kerusakan di apartemen.

Namun sinking fund di setiap lokasi apartemen berbeda-beda. Ada yang untuk perpanjangan izin gedung, ada pula untuk perawatan fasilitas dan renovasi kerusakan gedung. Contohnya saja digunakan untuk membiayai kerusakan lift atau penggantian plafon.

Besaran biayanya juga berbeda-beda. Kisarannya 10-15 persen dari biaya maintenance, tergantung kebijakan pengelola apartemen maupun fasilitas yang disediakan.

Sahabat property145, tentunya biaya yang kita keluarkan sebanding dengan fasilitas dan kenyamanan yang kita dapatkan. Buat kamu yang mau investasi properti apartemen, kamu bisa mencarinya di property145.com.

Baca artikel lainya :