Subscribe Dengan Account Google Jika Anda Ingin Membaca Artikel Tanpa Iklan
Cara Budidaya Tanaman Lengkuas Panen Melimpah

Tanaman Lengkuas merupakan jenis rempah-rempah yang sudah banyak dikenal di indonesia, lengkuas banyak digunakan untuk campuran penyedap berbagai macam masakan. Selain rasanya yang gurih lengkuas juga memiliki nilai ekonomis yang lumyan. Tanaman lengkuas saat ini banyak di budidayakan oleh masyarakat sebagai penghasilan tambahan .

Umumnya kebanyakan petani menggunakan rimpang sebagai metode budidaya, disarankan untuk memilih rimpang yang terletak di paling ujung. Pembudidayaan tanaman lengkuas juga dapat dilakukan di lahan maupun pot.

Berikut akan dijelaskan secara rinci untuk mengetahui lebih lanjut proses cara budidaya tanaman lengkuas.

1. Tahap Pembibitan

Salah satu tahap yang paling awal dilakukan sebelum menanam yaitu pembibitan. Tahapan ini sangat penting untuk memilih kualitas bibit lengkuas yang akan ditanam sehingga dapat menghasilkan bakal tanaman lengkuas yang dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan lengkuas yang berkualitas bagus. Dalam tahap pembibitan ini terdapat dua langkah yang harus dilakukan, yaitu :

a). Menyediakan bibit berkualitas tinggi

Bibit yang berkualitas tinggi kemungkinan besar akan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi juga. Untuk memilih bibit unggul pada tanaman lengkuas, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan yaitu :

  • Disarankan memilih bibit yang berasal dari tanaman induk yang sudah cukup dewasa yaitu yang berumur sekitar 9-10 bulan penanaman.
  • Memastikan bibit yang akan dipilih tidak mempunyai tanda-tanda terkena serangan hama dan penyakit.
  • Bibit yang akan dipilih sebaiknya diambil secara langsung dari kebun.
  • Keadaan bibit tidak cacat seperti retak ataupun lecet pada bagian bibit lengkuas yang akan dipilih.
b). Penyemaian bibit lengkuas

Sebelum memasuki tahap penanaman, bibit yang sudah disediakan sebelumnya terlebih dahulu melalui proses penyemaian.

Hal ini bertujuan untuk lebih merangsang pertumbuhan tunas pada rimpang yang akan digunakan sebagai bibit tanaman lengkuas.

Biasanya jika tahapan ini dilewati maka akan meningkatkan resiko bibit tanaman lengkuas yang ditanam busuk bahkan mati sebelum tumbuh. Untuk melakukan penyemaian bibit, beberapa bahan dan alat perlu dipersiapkan yaitu :

  • Bibit lengkuas yang memenuhi syarat
  • Media penyemaian yang tertutup dan mempunyai kelembapan yang terjaga. Dapat berupa karung goni, peti kayu, atau jerami/alang-alang.
  • Sekam padi atau arang sekam
  • Larutan fungisida untuk mencegah penjamuran
  • Pisau

Selanjutnya setelah semua bahan dan alat yang diperlukan tersedia, penyemaian bibit dapat mulai dilakukan. Untuk melakukan penyemaian bibit, berikut merupakan langkah-langkahnya yaitu :

  • Bibit yang sudah disiapkan dijemur terlebih dahulu tetapi jangan sampai terlalu kering.
  • Kemudian bibit didiamkan selang beberapa waktu hingga kurang lebih empat minggu.
  • Setelah itu, potonglah bibit menjadi beberapa bagian dengan 3-4 mata tunas di setiap bagiannya dan jemur kembali selama satu hari.
  • Bibit yang telah dijemur kemudian dicelupkan ke dalam larutan fungisida selama ±1 menit. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya penjamuran pada bibit sebelum proses penanaman.
  • Lalu angkat dan diamkan beberapa saat sebelum dimasukkan ke dalam wadah tertutup baik menggunakan karung goni maupun peti kayu. Kemudian letakkan bibit di paling bawah dari wadah dan diatasnya diberi sekam padi atau sekam arang secara bertumpuk-tumpuk untuk memastikan kelembapan dalam wadah tetap terjaga. Apabila menggunakan media jerami, sama seperti sebelumnya bibit diletakkan paling bawah di permukaan tanah kemudian ditumpuk jerami/alang-alang.
  • Dibiarkan sekitar 2-4 minggu hingga mata tunas pada rimpang tumbuh sekitar 1-2 cm dan tetap memantau kondisi kelembapan dari wadah penyemaian agar tetap terjaga.

2. Tahap Penyiapan Media Tanam

Selanjutnya sebelum memasuki tahap penanaman, terlebih dahulu mempersiapkan media tanam yang akan digunakan untuk diolah.

Penyiapan media tanam sendiri mempunyai manfaat agar bibit yang disemai nantinya dapat beradaptasi dengan media tanam dan lingkungan serta meningkatkan kesuburan.

Media tanam yang dapat digunakan untuk menanam bibit tanaman lengkuas yaitu pot/polybog dan lahan tanah. Keduanya cocok sebagai media tanam bibit lengkuas.

a). Menggunakan media pot/polybag

Media pot/polybag dipilih untuk budidaya tanaman lengkuas secara lebih praktis di rumah. Sebelum dilakukan penanaman pada media pot/polybag, berikut beberapa poin ang perlu diperhatikan, diantaranya :

  • Menyiapkan wadah pot/polybag yang mempunyai ukuran diameter sekitar 25-45 cm. Hal ini bertujuan agar umbi dapat dihasilkan dapat tumbuh secara maksimal.
  • Membuat beberapa lubang pada bagian bawah dari wadah pot/polybag yang akan digunakan.
  • Mencampurkan tanah, pupuk kandang, dan pupuk kompos/sekam secara merata dengan perbandingan 1:1:1 pada masing-masing bahan.
  • Lalu isi wadah pot/polybag yang akan digunakan dengan tanah yang sudah dicampur sebelumnya hingga terisi ¾ bagian dari wadah pot/polybag.
  • Sebelum dilakukan penanaman sebaiknya media tanam yang telah disiapkan dibiarkan terlebih dahulu selama 1 minggu dan letakkan di tempat teduh yang mempunyai sinar matahari yang cukup agar kondisi media tanam dapat lebih optimal.
b). Menggunakan lahan tanah

Penggunaan media lahan tanah untuk budidaya tanaman lengkuas perlu dilakukan pengolahan sebelum akhirnya dilakukan penanaman.

Pengolahan lahan tanah dapat dilakukan dengan cara membajak atau mencangkul lahan tanah agar menghasilkan tanah yang gembur, memberi pupuk kandang dan pupuk kompos, dan menyiram tanah secara rutin sebanyak dua kali dalam sehari.

Kemudian untuk mengindari terjadinya kekurangan air yang dapat menghambat perolehan zat hara oleh tanaman. Maka perlu untuk membentuk tanah menjadi bedengan-bedengan dengan saluran air diantaranya.

Baca juga. : Tips membeli tanah kavling murah

3. Tahap Penanaman

Proses penanaman mulai boleh dilakukan setelah bibit tunas mulai muncul. Waktu pelaksanaan penanaman dianjurkan untuk dilakukan pada musim penghujan yaitu sekitar bulan September hingga Oktober.

Cara Budidaya Lengkuas
Cara Budidaya Lengkuas

Hal ini bertujuan agar ketersediaan air yang mencukupi selama masa awal tumbuh bibit tunas lengkuas yang memerlukan banyak air. Berikut langkah-langkah untuk menanam bibit tanaman lengkuas yaitu :

  • Membuat lubang pada media tanam dengan kedalaman sekitar 10-15 cm.
  • Kemudian masukkan bibit rimpang sebanyak 2-3 mata tunas ke dalam lubang dengan posisi mata tunas mengarah ke atas.
  • Lalu tutup kembali dengan tanah yang gembur dan beri sedikit celah agar bagian ujung tunas dapat menyembul ke atas. Dianjurkan untuk media tanam menggunakan ladang, penanaman rimpang dilakukan dengan memberi jarak sekitar 60-70 cm.
  • Siram secara rutin menggunakan air secukupnya dan diberi pupuk untuk menjaga kelembapan tanah.

4. Tahap Perawatan dan Pemeliharaan

Tanaman lengkuas merupakan tanaman yang tergolong praktis dan mudah dalam perawatannya. Hal dini dikarenakan tanaman lengkuas dapat bertahan hdup meskipun pada kondisi tanah yang keras dan kering.

Meskipun begitu, perawatan dan pemeliharaan tanaman lengkuas tetap harus dilakukan untuk tetap menjaga kualitas tanaman agar dapat memperoleh hasil maksimal pada saat panen.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan pada tanaman lengkuas, diantaranya :

a). Pengairan

Memastikan tanaman lengkuas agar tidak kekurangan air apalagi di awal pertumbuhan dengan menyiram tanaman dengan intensitas dua kali sehari dengan air secukupnya.

Penyiraman secara rutin ini dilakukan hingga batang dapat tumbuh dengan tegak dan setelah usia tanaman beranjak dewasa lalu intensitas penyiraman dapat dikurangi.

Usahakan ketika menyiram tanaman dengan air secukupnya, jangan sampai tergenang karena dapat meningkatkan potensi ramping di dalam tanah menjadi busuk. Mendekati masa panen, penyiraman tidak perlu dilakukan.

b). Penyulaman

Tahapan ini bertujuan untuk memastikan apakah bibit rimpang lengkuas tumbuh dengan baik atau terdapat rimpang yang mengalami pembusukan sehingga tidak dapat tumbuh biasanya ditandai dengan dedaunan yang pucat dan layu.

Apabila terindikasi terdapat rimpang yang busuk, segera diambil tindakan untuk memisahkan rimpang busuk dengan yang masih sehat.

Hal ini dilakukan untuk mencegah agar tidak mempengaruhi pertumbuhan rimpang yang lain. Hal ini biasanya dilakukan setelah jangka waktu 14-21 hari setelah masa penanaman.

c). Pemupukan

Dalam proses pertumbuhan, tanaman lengkuas memerlukan kebutuhan nutrisi yang tercukupi. Oleh karena itu, salah satu langkah perawatan yang dapat dilakukan yaitu dengan memberi pupuk secara rutin dan berkala ke tanaman pada bulan ke 2,4,8 secara berturut-turut selain pada pemupukan di awal penanaman. Pemupukan dapat dilakukan secara organik maupun menggunakan tambahan bahan kimia seperti pestisida.

Pemupukan dengan cara organik dapat menggunakan pupuk kandang dan pupuk kompos sebagai campuran tanah. Pupuk organik dapat berupa wujud pupuk organik padat dan pupuk organik cair.

Sedangkan, pemupukan menggunakan tambahan bahan kimia dapat dilakukan dengan menyemprotkan pestisida ke tanaman secara langsung maupun mencampur nya dengan tanah.

d). Penyiangan

Perawatan tanaman lengkuas juga dilakukan dengan mencabut rumput-rumput liar dan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman lengkuas pada minggu ke-2 hingga minggu ke-4 masa penanaman.

Hal ini bertujuan agar pertumbuhan  tanaman lengkuas tidak terhambat karena nutrisi yang diperoleh kurang optimal karena berbagi dengan tanaman yang lain.

5. Tahap Panen dan Pasca Panen

Untuk mendapatkan hasil lengkuas yang optimal, dianjurkan melakukan panen pada saat memasuki waktu 10-12 bulan setelah masa penanaman.

rimpang lengkuas
rimpang lengkuas

Diusahakan setelah memasuki masa panen yang dianjurkan untuk segera melakukan panen. Hal ini bertujuan agar hasil lengkuas yang diperoleh tidak terlalu tua.

Karena lengkuas yang tua mempunyai serat kasar yang kurang diminati oleh pembeli. Syarat-syarat tanaman lengkuas yang sudah dapat dipanen yaitu daun tampak layu secara perlahan secara fisiologis sebagai tanda berakhirnya petumbuhan secara vegetatif.

a). Panen

Panen dapat dilakukan secara mudah yaitu dengan membongkar rimpang secara hati-hati agar tidak lecet dan rusak menggunakan garpu, sekop kecil, maupun cetok. Kemudian angkat tanaman secara perlahan hingga bagian umbi tidak ada yang tertinggal.

Lalu bersihkan tanah yang masih menempel pada umbi dengan di pukul-pukul secara perlahan dan pisahkan umbi dengan bagian tumbuhan lainnya dengan cara dipotong.

b). Pasca Panen
  • Pencucian

Selanjutnya rimpang atau umbi yang sudah dibersihkan dari tanah dan sudah dipotong harus dicuci terlebih dahulu. Pencucian rimpang dilakukan dengan cara merendamnya di dalam air selama kurun waktu 2-3 jam lalu dapat disortir untuk rimpang yang berkualitas dan yang kurang berkualitas.

Setelah bersih,segera tiriskan menggunakan menggunakan tampah dan letakkan di rak selama satu hari. Penirisan sebaiknya di lakukan dalam ruangan gelap yang tidak tersentuh cahaya matahari secara langsung.

  • Perajangan

Perajangan dilakukan urnuk mempermudah proses pengeringan rimpang lengkuas. Perajangan dapat memakai mesin atau perajang manual.

Sebaiknya arah irisan melintang supaya sel-sel yang mengandung minyak atsiri tidak pecah. Ketebalan irisan rimpang diusahakan berkisar antara 4-6 mm.

  • Pengeringan

Pengeringan rimpang lengkuas dapat memanfaatkan cahaya matahari langsung, alat pengering beretenaga sinar matahari, di angin-anginkan, atau memakai mesin pengeringan.

Waktu yang dibutuhkan untuk proses pengeringan tergantung pada intensitas cahaya dan lama waktu penyinaran.

Biasanya proses pengeringan mengggunakan mesin relatif lebih cepat daripada menggunakan  sinar matahari secara langsung yang dapat memakan waktu satu hari bahkan berhari-hari tergantung cuaca.

Baca artikel lainya :