Subscribe Dengan Account Google Jika Anda Ingin Membaca Artikel Tanpa Iklan
Hunian Masa Depan TOD Semesta Mahata Serpong

Konsep hunian perkotaan masa depan harus mengintegrasikan hunian dengan sarana transportasi publik. Karena itu Perumnas terus didorong untuk memperbanyak suplai hunian yang terintegrasi dengan stasiun seperti di Samesta Mahata Serpong yang baru menyelesaikan prosesi topping off.

Pemerintah terus mendorong pengembangan konsep hunian yang terintegrasi transportasi publik masal atau transit oriented development (TOD). Salah satunya yaitu rumah susun (rusun) yang dibangun menempel dengan Stasiun Rawa Buntu hasil pengembangan Perum Perumnas yaitu Samesta Mahata Serpong yang baru saja meresmikan prosesi tutup atap (topping off) beberapa waktu lalu.

Perumnas sebagai perusahaan BUMN yang fokus pada pengembangan produk hunian khususnya bagi segmen menengah ke bawah terus didorong untuk memperbanyak hunian dengan konsep TOD tersebut. TOD dianggap menjadi solusi untuk kalangan pekerja di perkotaan sehingga akan banyak efisiensi yang dihasilkan.

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir dikutip dari rumah.com, Perumnas akan tetap berkomitmen untuk menyediakan hunian bagi masyarakat khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kalangan milenial perkotaan dengan konsep-konsep hunian TOD seperti ini.

Baca juga artikel berikut ini :

“Apa yang dilakukan oleh Perumnas ini telah mewakili semangat Kementerian BUMN untuk tidak menyerah dalam situasi apapun. Misalnya peresmian hunian TOD di Stasiun Rawa Buntu ini, konsep hunian seperti ini yang harus terus diperbanyak khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat meskipun situasi tengah lesu karena pandemi Covid-19,” ujarnya.

apartemen tipe studio mahata serpong
apartemen tipe studio mahata serpong

Hunian berkonsep TOD, jelas Erick, merupakan konsep hunian perkotaan masa depan yang harus terus diupayakan oleh seluruh stakeholder. Konsep TOD selain akan memudahkan masyarakat melakukan perjalanan juga bisa membantu menekan angka kemacetan di perkotaan seperti Jakarta dan kawasan Bodetabek lainnya.

Terlebih saat ini penduduk Indonesia didominasi oleh usia produktif dari kalangan milenial. Segmen ini menuntut efisiensi baik dalam hal waktu, pekerjaa, hingga lifestyle-nya sehingga konsep hunian TOD seperti ini yang paling tepat.

stasiun rawa buntu
stasiun rawa buntu

Direktur Utama Perumnas Budi Saddewa Soediro mengatakan, di tengah berbagai kendala karena pandemi Covid-19, progres pembangunan proyek Samesta Mahata Serpong masih bisa berjalan sesuai dengan rencana (on schedule). Proses kontruksi juga tidak mengalami perlambatan meskipun di tengah situasi pandemi.

“Karena itu proses topping off ini menjadi momen bersejarah bagi Perumnas karena merupakan topping off untuk hunian terintegrasi transportasi pertama di Indonesia. Kami berhasil menyelesaikan tahapan konstruksi untuk tower 34 lantai sebanyak 743 unit,” imbuhnya.

Samesta Mahata Serpong dibangun dalam dua tahap yang akan mencakup 3.632 unit apartemen dengan tipe studio hingga dua kamar tidur. Tower apartemennya berada di satu lahan dengan Stasiun Rawa Buntu selain dekat dengan akses pintu masuk tol Serpong sehingga akan memudahkan aksesibilitas penghuni ke seluruh wilayah Jabodetabek.

Baca artikel lainya:

sumber referensi : rumah.com