Subscribe Dengan Account Google untuk mendapatkan update info terbaru dari property145.com
Mengenal Lebih Dalam Tanaman Herbal Kayu Manis

Indonesia terkenal karena kaya akan rempah-rempahnya, salah satunya adalah kayu manis. Rempah kayu manis yang kita kenal di pasaran merupakan salah satu produk dari tanaman kayu manis dengan ragam manfaat.

Kayu  manis di pasar dunia diperdagangkan dalam bentuk kulit kayu manis kering, pecahan kulit, tepung, serbuk dan minyak atsiri. Indonesia sebagian besar mengeksport komoditas ini dalam bentuk kayu manis gulungan dan sedikit sekali dalam bentuk tepung.

Tanaman kayu manis dikenal dengan ciri-ciri berupa pohon yang tumbuh tegak dengan tinggi dapat mencapai 15 meter lebih, batang berkayu dan bercabang berwarna hijau kecoklatan. Daun tunggal berbentuk lanset, ujung dan pangkal daun meruncing,  tepi daun rata, dan berwarna merah tua atau hijau ungu saat muda dan berwana hijau saat tua.

Bunga kayu manis merupakan bunga majemuk yag mucul dari ketiak daun, berambut halus dengan mahkota berwarna kuning. Buah buni berwarna hijau sewaktu muda dan berwarna hitam setalah tua. Biji kayumanis kecil-kecil dengan bentuk bulat telur. Biji kayu manis merupakan benih rekalsitran yang tidak tahan lama disimpan namun lambat berkecambah (1-2 bulan).

Pertumbuhan tanaman kayu manis sangat dipengaruhi beberapa faktor berikut (1) dapat tumbuh baik diantara ketinggian 50 – 1.000 meter dpl pada lahan datar hingga bergelombang dengan kemiringan maksimal 150 (2) tumbuh baik pada iklim tropis basah dengan curah hujan ideal berkisar 1.500 – 3.500 mm per tahun yang merata sepanjang tahun dan menyukai sinar matahari sekitar 40 % - 70%.

Baca juga : Panen cuan dari tanaman emas hijau

Potensi Eksport

Awalnya kayu manis yang terdapat di Indonesia berasal dari Srilangka yang didatangkan ke pulau Jawa pada tahun 1825 dan kemudian menyebar ke India Selatan, Madagaskar hingga Brazil. Kualitas kayu manis terbaik berasal dari Srilangka. Indonesia telah memiliki 3 varietas kayu manis yang telah dilepas dan ditetapkan sebagai varietas nasional oleh Menteri Pertanian.

kayu manis gulungan serbuk
kayu manis gulungan serbuk

Jenis Cinnamomum burmanni yang ditemui di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi dan Bengkulu merupakan salah satu kayu manis yang disukai oleh perdagangan dunia. Dengan dirilisnya Kayumanis Koerintji yang berasal dari Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi pada awal tahun 2020 ini, peluang ekspor kayu manis Indonesia berpotensi meningkat.

Saat ini terdapat lima puluh lima pohon induk terpilih (PIT) Kayumanis Koerintji yang yang tersebar di tiga lokasi yaitu Desa Lumpur Tengah, Desa Perikan Tengah, dan Desa Air Betung. Pohon-pohon ini mempunyai produksi kulit basah kayumanis sekitar 126,25 – 201,51 kg/pohon/tahun dan produksi kulit kering kayumanis sekitar 25,41 - 39,98 kg/pohon/tahun dengan ketebalan kulit kayumanis yaitu 3,65 – 6,65 mm. 

Selain itu kandungan mutu sinamaldehida yang berasal kulit Kayumanis Koerintji sekitar 91,88 - 94,19%. Kandungan sinamaldehida tersebut melebihi standar SNI yaitu 50%.  Karakteristik mutu tersebut disukai oleh negara-negara pengimpor kayu manis.

Potensi Pengembangan

Walaupun Indonesia merupakan salah satu Negara pengeksport kayu manis dunia, namun Indonesia masih mengimport sebanyak 438 ton kayu manis per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik. Ditambah lagi pengusahaan kayu manis di Indonesia menurut data BPS masih didominasi oleh perkebunan rakyat.

Secara nasional daerah pengembangan kayu manis berada di Kabupaten Kerinci dan Merangin (Provinsi Jambi), kabupaten Solok, Pesisir Selatan dan Agam (Provinsi Sumatera Barat), dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Provinsi Kalimantan Selatan).

Namun terdapat penyusutan lahan kayumanis yang dikembangkan pekebun, misalnya di Kerinci pekebun kayu manis mulai beralih ke komoditas lain seperti tebu, kentang, dan cabai dalam beberapa tahun terakhir. Lahan kayu manis menyusut dari 60.000 hektar menjadi 40.000 hektar. Hal ini tidak mengherankan karena harga jual kayu manis sempat sangat rendah pada dua decade terakhir, walaupun saat ini harga sudah berkisar Rp. 40.000 an per kilo.

Untuk memulihkan optimalisasi lahan kayu manis membutuhkan minimal 7 tahun sejak tanam hingga panen, artinya potensi pengembangan untuk lahan kayu manis masih tersedia paling tidak untuk memulihkan  konversi tanam yang telah dilakukan pekebun pada periode lalu.

Sumber Benih

Kendala pengembangan yang sering kali terjadi  adalah terbatasnya ketersedian benih bersertifikat. Pada tahun 2016 disebutkan dari beberapa sumber informasi bahwa salah satu faktor penghambat pengembangan tanaman kayu manis adalah tidak tersedianya sumber benih yang legal.

Produksi benih kayu manis dapat diperoleh dari kebun induk yang dibangun, dipelihara dan kemudian ditetapkan sebagai sumber benih, namun untuk kebutuhan benih dalam waktu relatif singkat dapat juga diperoleh dari pemilihan dan penetapan kebun blok penghasil tinggi dan pohon induk terpilih oleh Tim yang ditugaskan oleh Direktur Jenderal Perkebunan.

Baca artikel lainya :

** artikel ini di kutip dari ditjenbun pertanian

Anda Juga Mungkin Menyukai Beberapa Artikel Ini