Subscribe Dengan Account Google untuk mendapatkan update info terbaru dari property145.com
Tarif Bus Tangerang-Jakarta Naik

Sejak diberlakukan "new normal" di Indonesia mulai tanggal 15 Juni 2020, kota-kota di Indonesia mulai membuka aktifitas perekonomian. New normal dimaksudkan untuk mengembalikan ekonomi yang sudah mengalami kemunduran akibat Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) selama beberapa bulan terakhir akibat pandemi Covid-19. Diharapkan dengan adanya new normal setiap orang dapat menjalankan aktifitas seperti biasanya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan WHO agar tidak terjadi penularan virus covid-19 yang dapat semakin meluas.

Pelonggaran yang diberikan oleh pemerintah dalam bentuk "new normal" ini merupakan langkah yang baik agar terjadi keseimbangan perekonomian karena bagaimana pun angka kemiskinan meningkat selama pemberlakuan PSBB. Ngomong-ngomong soal Jakarta banyak masyarakat yang menggantungkan pekerjaannya disana. Perlu diketahui Jakarta memiliki kawasan penyangga yang berfungsi sebagai kawasan pendukung lonjakan permukiman di Jakarta, terdiri dari Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

Salah satu yang hal yang akan dibahas yaitu mengenai Kota Tangerang. Menurut letak geografis Kota Tangerang letaknya sangat berdekatan (berbatasan langsung) dengan Jakarta. Banyak warga Tangerang yang bekerja di Jakarta, pada hari-hari biasanya warga berkerja dengan menggunakan kendaraan pribadi baik itu motor dan mobil, dan banyak juga yang menggunakan kendaraan umum seperti bus dan commuterline.

sumber : Photograper Perbusan Jakarta 2017

Imbas dari adanya pandemi hampir berdampak pada semua sektor, salah satunya sektor transportasi umum. TransJakarta layanan berbasis transit yang biasanya memiliki pelayanan rute Pris Plawad-Bundaran Senayan (T11) misalnya kini tidak lagi dioperasikan selama masa pandemi covid-19. TransJakarta merupakan salah satu moda transportasi andalan warga tangerang karena pada hari-hari biasanya selalu dipadati penumpang.

Bersyukurnya pada masa pandemi seperti ini orang-orang banyak yang melakukan pekerjaan Work From Home sehingga tidak begitu menjadi kendala.Namun berbeda halnya dengan mereka yang sudah harus bekerja ke Jakarta apalagi yang tidak memiliki kendaran pribadi maka dapat menjadi persoalan yang sulit.

sumber : fotografi bus ibukota 2017

Pada hari biasanya sebelum ada pandemi kita dapat dengan mudah menemukan bus-bus rute Tangerang - Jakarta beroperasi melewati gerbang tol kebon jeruk, jumlahnya ada banyak dengan perusahaan bus yang berbeda-beda pula. Misalnya ada bus Mayasari Bakti rute Blok M-Poris Plawad, Bus DSU rute Poris Plawad-Senen, dan Bus Ajap rute Poris-Senen. Namun ketika dimulai New Normal hanya ada beberapa bus yang beroperasi.

Singkat cerita, beberapa hari ini saya harus mengurus beberapa berkas di salah satu univ di Jakarta, sehingga saya menggunakan transportasi umum dan ternyata hanya ada Bus Mayasari Bakti Rute Blok M-Poris Plawad yang saya temukan saat itu. Di jam-jam yang tidak sibuk memang bus ramai namun tidak sampai berdesakan, beda halnya ketika jam sibuk, bis hampir penuh dengan penumpang. Sehingga tidak ada jarak antar tempat duduk. Hal ini mungkin dapat dimaklumi karena pada dasarnya bus juga dapat mengalami kerugian financial jika jumlah pemasukan tidak stabil. Harga normal biasanya yang tadinya 8.000 rupiah pun naik menjadi 10.000 rupiah.

Untuk di Jakarta sendiri bus Transjakarta masih melayani rute di dalam Jakarta seperti biasanya. Selain itu, terdapat juga angkutan kota (angkot) misalnya di Kawasan Kebon Jeruk terdapat angkot yang beroperasi seperti biasa hanya saja terkadang terjadi peningkatan tarif yang biasanya tarif angkot 3.000 rupiah menjadi 5.000 rupiah. Kalau dihitung-hitung cost yang dikeluarkan untuk transportasi umum selama "new normal" memakan biaya yang lebih banyak dibanding hari-hari sebelum covid-19. Namun dengan adanya transportasi umum ini sangat membantu masyarakat yang PP Jakarta-Tangerang.

Jangan lupa juga ya ketika menaiki transportasi umum harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, membawa handsanitizer, face shield (jika ada), helm pribadi, dan sebisa mungkin untuk menjaga jarak minimal antar penumpang.

Baca artikel lainya :

Tagged :

Anda Juga Mungkin Menyukai Beberapa Artikel Ini