Subscribe Dengan Account Google untuk mendapatkan update info terbaru dari property145.com
Pahami 5 Jenis Rasio Keuangan Agar Usaha Makin Jaya

Menurut Harvarindo (2010), arti rasio adalah satu angka yang dibandingkan dengan angka lain sebagai suatu hubungan.

Jonathan Golin (2001) berpendapat bahwa rasio adalah suatu angka digambarkan dalam suatu pola yang dibandingkan dengan pola lainnya serta dinyatakan dalam persentase.

Sedangkan keuangan adalah sesuatu yang berhubungan dengan akuntansi seperti pengelolaan keuangan dan laporan keuangan.

Jadi pengertian arti rasio keuangan adalah indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka lainnya (James Carter Van Horne dikutip dari Kasmir (2008).

Panggunaan Rasio

Rasio juga sering digunakan pada penghitungan dalam bidang keuangan. Contohnya adalah rasio keuangan. Rasio keuangan adalah tolok ukur atau evaluasi yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai keefektifan kinerja perusahaan dalam satu periode/waktu.

Sementara itu, rasio keuangan sendiri terdiri atas 5 bagian, yaitu:

1) Rasio Likuiditas atau Liquidity Ratio

Rasio likuiditas itu sendiri berfungsi untuk mengetahui kemampuan likuiditas jangka pendek dari perusahaan. Biasanya akan membandingkan aktiva lancar dengan hutang. Jika aktiva lancar lebih besar daripada hutang, maka bisa dipastikan perusahaan tersebut akan lancar usahanya dan pembayaran hutang dari perusahaan tersebut.

2) Rasio Aktivitas atau Activity Ratio

Tujuan dari analisis rasio keuangan ini adalah untuk melihat pada beberapa asset kemudian menentukan berapa tingkat aktivitas aktiva-aktiva tersebut pada tingkat kegiatan tertentu.

Aktivitas yang rendah pada tingkat penjualan tertentu akan mengakibatkan semakin besarnya dana kelebihan yang tertanam padaaktiva-aktiva tersebut.

Dana kelebihan tersebut akan lebih baik bila ditanamkan pada aktiva lain yang lebih produktif.

3) Rasio Solvabilitas atau Solvability Ratio

Tahukah Anda bahwa setiap perusahaan pasti mempunyai hutang dalam menjalankan usahanya? Nah, hutang-hutang ini bisa diukur menggunakan rasio solvabilitas. Rasio solvabilitas berfungsi untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan yang dibiayai oleh hutang. Oleh karena itu, rasio ini juga akan dimanfaatkan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

4) Rasio Profitabilitas dan Rentabilitas atau Profitability Ratio

Sesuai dengan namanya, profit yang berarti untung, maka pada dasarnya rasio profitabilitas ini digunakan untuk perhitungan keuntungan. Rasio profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber daya yang dimiliki, baik dari jual beli, kas, modal, jumlah karyawan, dsb.

5) Rasio Investasi atau Investment Ratio

Pengertian rasio investasi adalah merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memberikan kembalian atau imbalan kepada para pemberi dana, khususnya investor yang ada di pasar modal dalam jangka waktu tertentu.

Tujuan dari analisis rasio keuangan tersebut memiliki nilai manfaat bagi para investor sesuai fungsi laporan keuangan bagi investor untuk menilai kinerja sekuritas saham di pasar modal.

Rumus Rasio

Rumus sederhana dari sebuah rasio, adalah perkalian atau pembagian dari kedua angka. Mengalikan atau membagi semua sisi dengan angka yang sama dalam sebuah rasio akan menghasilkan perbandingan seperti semula. Jadi, untuk menyesuaikan rasio, kalikan atau bagilah rasio dengan angka tertentu.

Masing – masing jenis rasio di atas memiliki rumus yang berbeda-beda dalam cara penghitungannya. Dan berguna untuk memudahkan analisis keuangan dan pengambilan keputusan keuangan.

Rasio Keuangan Likuiditas

Rasio mempunyai 3 kategori, yaitu rasio lancar, rasio cepat, dan rasio kas.

  • Rasio lancar = (Aktiva Lancar : Hutang Lancar) x 100%. Rasio lancar ini digunakan untuk menghitung kemampuan jangka pendek.
  • Rasio cepat = (Aktiva Lancar – Persediaan) : Hutang Lancar) x 100%. Rasio cepat ini digunakan untuk melihat apakah struktur keuangan yang dimiliki perusahaan sehat atau tidak.
  • Rasio kas = (Kas + Aktiva setara kas) : Hutang Lancar) x 100%

Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas ini mempunyai 4 pendekatan di antaranya adalah :

  • Rasio Perputaran Piutang.
  • Rasio Perputaran Aktiva Tetap
  • Rasio Perputaran Persediaan
  • Rasio Perputaran Total Aktiva

Rasio Solvabilitas

Rasio aktivitas ini mempunyai 2 pendekatan  :

  • Rasio Rasio Utang (debt ratio).
  • Rasio Hutang dengan pendekatan modal

Rasio Profitabilitas (laba)

Rasio profitabilitas ini digunakan untuk perhitungan laba pada sebuah perusahaan. Terdapat 5 pendekatan yang bisa digunakan, yaitu :

  • Margin Laba Bersih (Net Profit Margin), dengan rumus = (Laba Bersih setelah dipotong pajak : penjualan) 
  • Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin), dengan rumus = (Laba Kotor : Penjualan)
  • Margin laba Operasi, dengan pendekatan rumus = (Laba sebelum pajak dan bunga : Penjualan)
  • Return On Assets (ROA), rumusnya adalah (Laba sebelum pajak dan bunga : Total Aset)
  • Return On Investment (ROI), rumusnya adalah Rumus= (Laba setelah dipotong pajak : Investasi)

Baca artikel lainya:

** dirangkum dari berbagai sumber

Anda Juga Mungkin Menyukai Beberapa Artikel Ini