Subscribe Dengan Account Google untuk mendapatkan update info terbaru dari property145.com
Tips Menghitung Kebutuhan Material Bahan Bangunan

Merencanakan membangun rumah impian adalah sesuatu yang menyenangkan dan juga menantang, menyenangkan karena kita akan punya rumah impian yang kita bangun sendiri dari awal, menantang karena kita mesti mengerti dan tau tentang material bahan bangunan, perencanaan biaya dan tentunya juga kita ditantang untuk bisa mendapat konsultan pembangunan rumah yang bisa dipercaya.

Ngomong-ngomong bangun rumah pastinya nggk akan terlepas dari bahan material bangunan yang di pakai untuk bangun rumah. Kamu sebagai project owner atau sebagai calon pemilik rumah dan penyedia dana sudah seharusya mengerti juga bahan material apa yang akan digunakan dan juga cara menghitung harga material bangunan tersebut.

Agar kamu makin paham dan tau bagaimana cara menghitung material bahan bangunan, baca ulasan berikut ini:

Menghitung Kebutuhan Material Bangunan

1. Melakukan Survei

Sebelum menghitung material bangunan, sebaiknya lakukan terlebih dahulu survei mengenai tipe dan jenis rumah yang akan dibangun. Setelah itu sesuaikan dana atau budget dengan tipe dan jenis rumah tersebut.

Ada beberapa macam tipe dan jenis rumah, seperti rumah tipe 36 yang sederhana dan hanya terdiri dan satu lantai, ada juga tipe 36 yang memiliki dua lantai, sama halnya dengan tipe 72. Ada juga rumah tipe 92 menawarkan jenis rumah mewah yang memiliki dua lantai. Survei bisa dilakukan melalui internet atau bertanya langsung kepada kontraktor bangunan.

ilustrasi tukang bangunan
ilustrasi tukang bangunan // google image

2. Mencatat Kebutuhan Bahan Bangunan 

Langkah selanjutnya setelah mengetahui tipe dan jenis rumah adalah mencatat semua kebutuhan bahan bangunan rumah yang akan dibanguan secara jelas dan lebih detail, mulai dari kebutuhan material sampai dengan biaya tukang bangunan yang akan dipekerjakan.

Misalnya saja, jika menginginkan rumah dengan tipe 36 dengan satu lantai yang sederhana, material yang dibutuhkan seperti: pondasi yang menggunakan cakar ayam, tiang yang menggunakan besi beton berukuran 6/8/10/13mm, dinding rumah yang terbuat dari batako atau hebel.

Ada juga kebutuhan keramik lantai yang menggunakan granit berukuran 60 x 60, daun pintu dan kusen yang membutuhkan kayu kamper atau bisa juga aluminium, atap berupa konstruksi baja ringan plus aluminium foil, bahan-bahan bangunan seperti kayu, bambu untuk rangka, paku, gergaji, sendok semen, dan lain sebagainya.

3. Menghitung Biaya Bahan Bangunan

Setelah selesai membuat daftar bahan bangunan yang akan digunakan untuk membangun rumah secara detail dan rinci, saatnya menghitung biaya masing-masing bahan bangunan secara keseluruhan.

Lakukan survei terlebih dahulu mengenai harga satuan masing-masing bahan bangunan tersebut, bisa melalui media internet atau bertanya langsung ke toko bahan bangunan. Bisa juga mengonsultasikannya dengan tukang bangunan yang akan kamu pekerjakan.

Biasanya mereka memiliki toko langganan tersendiri dan akan merekomendasikannya kepadamu. Keuntungannya, kamu bisa mendapatkan harga khusus karena pemilik toko mengenal tukang tersebut.

Jika kamu ingin mencari info dan bahan material bangunan kamu bisa mengujungi depo bangunan atau mitra10 terdekat dikota anda

Baca artikel lainya :

sumber referensi : pinhome, depo bangunan, mitra10

Anda Juga Mungkin Menyukai Beberapa Artikel Ini